Di segmen ponsel entry-level sekitar Rp1 jutaan, TECNO kembali menawarkan dua pilihan menarik: TECNO SPARK 40 dan TECNO SPARK 40 Pro. Keduanya dirancang untuk pengguna yang menginginkan pengalaman smartphone modern dengan harga terjangkau, mulai dari tampilan layar luas, kamera mumpuni, hingga fitur-fitur canggih seperti NFC dan AI. Namun, meski terlihat mirip di permukaan, ada sejumlah perbedaan penting yang bisa menentukan pilihanmu.
Desain: Mirip Flagship, Tapi dengan Gaya Berbeda

Secara visual, kamu langsung bisa membedakan keduanya dari bagian belakang. TECNO SPARK 40 mengusung desain “Deco” dengan modul kamera horizontal berbentuk kotak, menyerupai iPhone 17 Pro, lengkap dengan tiga lingkaran lensa yang disusun dalam formasi segitiga. Sementara itu, SPARK 40 Pro tampil lebih mirip Samsung Galaxy S24, dengan tiga sensor kamera yang disusun vertikal dan menyatu rapi ke bodi belakang.
Dari segi dimensi, SPARK 40 Pro lebih tipis, hanya 6,69 mm, dibanding 7,67 mm pada SPARK 40. Meski begitu, keduanya sama-sama diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter, dan sudah mendapat sertifikasi IP64. Artinya, keduanya kedap debu dan tahan cipratan air, cukup aman kalau kehujanan atau terkena percikan air di dapur.
Yang menarik, keduanya dilengkapi dua speaker yang menghasilkan suara stereo. Jarang ditemukan di kelas harga ini, fitur ini bikin pengalaman nonton video atau main game jadi lebih imersif.
Layar: Lompatan Besar di SPARK 40 Pro

Di bagian depan, SPARK 40 mengusung layar 6,67 inci dengan resolusi HD+ (1600 x 720 piksel) dan refresh rate 120Hz, cukup mulus untuk scrolling media sosial atau main game ringan. Tapi SPARK 40 Pro jauh lebih unggul.
Layarnya lebih besar (6,78 inci) dan menggunakan panel AMOLED, bukan IPS seperti SPARK 40. Resolusinya juga jauh lebih tajam: 1,5K (2720 x 1224 piksel), hampir setara dengan ponsel menengah atas. Belum lagi dukungan Pro XDR, kecerahan HBM 1.600 nits, dan puncak kecerahan hingga 4.500 nits, artinya konten tetap terlihat jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung. Untuk harga di bawah Rp2 juta, ini benar-benar nilai lebih besar.
Performa: Chipset Lebih Canggih di SPARK 40 Pro

Kinerja keduanya juga berbeda signifikan. SPARK 40 menggunakan MediaTek Helio G91 (fabrikasi 12nm), sedangkan SPARK 40 Pro ditenagai Helio G100 Ultimate (6nm, proses manufaktur yang jauh lebih efisien.
Helio G100 Ultimate berjalan di kecepatan 2,2 GHz, sedikit lebih cepat dari G91 (2,0 GHz), tapi yang lebih penting adalah efisiensi daya dan arsitektur yang lebih modern. Hasilnya, SPARK 40 Pro tidak hanya lebih cepat dalam membuka aplikasi, tapi juga lebih hemat baterai dan tidak cepat panas.
Keduanya mendukung jaringan 4G LTE, dual SIM, Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan berjalan di atas HiOS 15 berbasis Android 15, dengan antarmuka yang ringan dan fitur AI terintegrasi.
Kamera: Hampir Sama, Tapi Depan Beda

Untuk fotografi, keduanya sama-sama mengandalkan kamera utama 50MP dan lensa tambahan (biasanya depth atau macro). Hasilnya cukup baik untuk harga Rp1 jutaan, cukup tajam di siang hari, meski agak berisik di malam hari.
Perbedaan utama ada di kamera depan. SPARK 40 Pro punya kamera selfie 13MP, sedangkan SPARK 40 hanya 8MP. Jika kamu sering video call, live streaming, atau selfie untuk media sosial, resolusi lebih tinggi di SPARK 40 Pro akan memberi hasil yang lebih detail.
Baterai & Pengisian Daya: Sama Kuatnya
Keduanya mengemas baterai 5.200 mAh, yang menurut TECNO cukup untuk pemakaian sehari penuh, bahkan lebih. Yang mengesankan, keduanya mendukung pengisian cepat 45W, yang mampu mengisi baterai dari 1% ke 100% hanya dalam 55 menit. Ini fitur yang biasanya ditemukan di ponsel menengah atas, jadi kehadirannya di kelas entry-level benar-benar jadi nilai tambah besar.
Fitur Unik: NFC, FreeLink, dan AI
Salah satu keunggulan besar keduanya adalah dukungan NFC, fitur yang masih jarang di kelas harga ini. Dengan NFC, kamu bisa mengecek atau mengisi saldo e-money (seperti Flazz, e-Money, atau Brizzi) langsung dari ponsel, tanpa perlu ke minimarket. NFC juga bisa dipakai untuk pembayaran nontunai di merchant yang mendukung.
Ada juga FreeLink, fitur khas TECNO yang memungkinkan kamu melakukan panggilan suara gratis tanpa sinyal seluler, asal penerima juga pakai perangkat TECNO yang mendukung. Ini sangat berguna di daerah terpencil, gunung, atau area dengan jaringan lemah.
Keduanya juga dilengkapi berbagai fitur berbasis AI, seperti ASK ELLA (asisten virtual), AI Writing (bantu menulis pesan atau email), dan AI Translate, berguna buat kamu yang sering berkomunikasi lintas bahasa.
Harga: Selisih Tipis, Tapi Nilai Berbeda
Harga keduanya tidak terlalu jauh:
TECNO SPARK 40:
Rp1.799.000 (6GB RAM + 128GB)
Rp1.999.000 (8GB RAM + 256GB)
TECNO SPARK 40 Pro:
Rp1.979.000 (8GB RAM + 128GB)
Artinya, dengan selisih hanya Rp180.000 dari varian menengah SPARK 40, kamu sudah bisa mendapatkan SPARK 40 Pro, yang menawarkan layar AMOLED, chipset lebih efisien, kamera depan lebih baik, dan desain lebih tipis.
Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Prioritas
Jika kamu mengutamakan harga paling murah dan cukup puas dengan layar HD+ serta kamera standar, SPARK 40 tetap jadi pilihan solid, apalagi varian 8/256GB-nya masih menarik.
Tapi kalau kamu ingin pengalaman lebih premium, layar jernih, performa lebih lancar, selfie lebih tajam, dan desain lebih ramping, SPARK 40 Pro menawarkan nilai jauh lebih besar dengan selisih harga yang sangat kecil. Dengan fitur NFC, pengisian 45W, dan dukungan AI, ia terasa seperti ponsel yang “melebihi kelasnya”.
Jadi, meski keduanya masuk kategori entry-level, SPARK 40 Pro jelas lebih siap menemani kamu yang menginginkan performa dan kenyamanan jangka panjang, tanpa harus keluar budget besar.
Semoga bermanfaat dan terus pantau situs ini untuk info lainnya. Salam semangat!

Leave a Reply